Kemarin, saya kebetulan mampir dirumah seorang teman. Kondisinya begitu sederhana sekali. Rumah dia nempel di samping rumah orang tuanya. Disitulah ruang tamu, disitulah tempat anak mereka main, dan disitulah mereka berempat tidur. Disampingnya terdapat penyekat, yang mungkin ada dapur. Kamar mandi entah dimana. Saya hanya mengamati sekilas keadaan rumah mereka. Ada yang special dari apa yang saya amati disana. Kondisi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi keluarga kami. Bedanya, saya masih punya kesempatan melanjutkan study, saya masih punya kesempatan untuk bayar pengasuh yang mengasuh anak saya saat saya pergi kuliah, saya juga masih punya kesempatan untuk berlibur seperti sekarang.
Sedikit juga ingin membandingkan dengan apa yang telah saya alami kemaren. Ketika saya akan melahirkan anak saya yang ke 2, kebetulan suami saya memang bekerja di bogor, sedangkan saya masih melanjutkan kuliah saya di Malang. Saat itu saya sangat tau konsekwensi yang akan saya hadapi. Saya harus siap dengan persalinan yang tidak didampingi oleh suami saya, menyiapkan kondisi dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi disini (dimalang). Dari memilih klinik/rumah sakit bersalin, bidan pendamping dan menghubungi taksi dan angkot yang akan saya carter untuk mengantar saya ke klinik. Saya juga menyiapkan orang yang siap memandikan anak saya selama pusernya belum copot. Alhamdulillah, saya begitu bangga dan bersyukur saya dapat melalui peristiwa yang banyak orang menganggap akan sulit jika tak ada suami yang mendampingi. Dengan bantuan banyak teman dan adik saya yang kebetulan juga kuliah di Malang, saya dapat melewati proses persalinan dengan lancar.
Beberapa saudara memberi selamat dan terkesan sangat kasihan pada saya. Padahal benar2 apa yang saya rasakan adalah suatu kewajaran yang mesti saya lewati. Proses yang sangat dimudahkan oleh Allah jika disbanding dengan kondisi teman saya yang saya kunjungi kemaren. Bahkan tidak ada apa apanya jika dibandingkan dengan perjuangan hajar bersama ismail ketika ditinggalkan oleh Ibrahim ditengah padang pasir Arab. Ibrahim meninggalkan mereka dengan bekal makanan yang sedikit, hingga ketika persediaannya habis hajar berlari antara shafa dan marwah untuk mencari air atau kafilah yang lewat yang dapat membantu member makanan untuk mereka. Dia melakukan ini untuk tujuh kali berjalan dari Safa ke Marwah dan kembali.
Beberapa waktu yang lalu ada seseorang menasihati saya. “Yah, kondisi kamu saat ini sebenarnya adalah suatu kewajaran, karena sebenernya kamu juga udah pernah memetik buah manis kehidupan saat dulu kamu belum menikah, kamu kan begitu menikmati hidup, apapun yang kamu mau harus diturutin. Nah, sekarang saat nya puasa, yah wajar”.
Hmm… ada benernya, nasehat beliau. Kemudian saya menjawab “Yang pasti apapun kondisi yang saya alami sekarang, ini adalah sebuah proses yang saya syukuri dan saya hadapi. Saya tidak merasakan ini semua menjadi beban hidup yang sangat berat. Alhamdulillah” Lalu beliau menjawab “ yang pasti rasa syukur ada jangan pas lagi udah kepepet harus bersyukur”
Sekil. Dan saya jadi ingat ketika saya baca sebuah karya yang berjudul…
Jika Kau...
Jika kau membaca tulisan atau mendengar sebuah pendapat
lalu kamu tersinggung, berarti kamu peka…
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu
lalu kamu tersinggung dan marah, berarti kamu memang bersalah…
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu
lalu kamu tersinggung dan benci kepada si penulis, berarti kamu sombong…
Jika kau membaca tulisan atau mendengar sebuah pendapat
Lalu kamu tersinggung, lalu dari situ kamu resah takut tersaingi berarti kamu bodoh
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu
Lalu kamu tersinggung dan diam menggerutu dibelakang, ah..kamu pecundang...
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu
Lalu kamu tersinggung, namun tetap diam dan mengevaluasi diri berarti kamu tawadhu…
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu…
Lalu kamu tersinggung, namun rasa tersinggung itu membuatmu sadar
untuk merubah diri menjadi lebih baik..
Insya Allah, kau memiliki potensi kesholehan…
Jika kau membaca tulisan
atau mendengar sebuah pendapat yang berbeda denganmu
Lalu rasa tersinggungmu itu membuatmu terdorong menjadi lebih baik,
dan dengan ikhlas berterima kasih kepada si pembuat tulisan atau pendapat..
kamu orang yang dewasa...Izinkan saya berguru padamu...
By; Thufail Al Ghifari
Insya Allah, jika dengan situasi seperti ini dapat meng upgrade mental dan keteguhan diri ini menjadi hamba yang baik di mata Allah bersyukur sekarang kenapa nggak?. Alhamdulillah, tidak ada kegetiran yang saya rasakan. Alhamdulillah Allah memberikan situasi dan kondisi seperti ini, yang mungkin merupakan sarana untuk membuatku lebih bersyukur. Artinya, tidak ada kata terlambatkan untuk bersyukur?
Tayangan halaman minggu lalu
About Me
Aku adalah seorang yang merindukan kematian Khusnul Khatimah. Kematian dalam keadaan sebaik baiknya, dalam keadaan iman di dada dan dalam melaksanakan ibadah kepadaNya
Followers
Blog Archive
Sabtu, 02 Juli 2011
Minggu, 19 Juni 2011
Variabel Kesuksesan...

Al Quran surat Al Mukminun ayat 1
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
Tidak adanya peluang dan kesempatan, sering kali menjadi alasan kenapa seseorang gagal. Seseorang sahabat bercerita kepada saya, dia mengalami kesulitan ekonomi. Dengan gaji yang dia miliki sebesar 800 ribu, sangat sulit baginya untuk mengatur bagaimana agar uang tersebut mencukupi kebutuhan keluarganya. Saat itu dia bercerita kalau dia berencana untuk wirausaha, tetapi terbentur tidak adanya modal. Dia bilang, seandainya ada modal, saya bisa berwirausaha. Menurut saya, kesempatan dan peluang yang bisa jadi merupakan modal yang dia sebutkan adalah salah satu dari variable yang bisa mengantarkan seseorang meraih kesuksesan. Tapi ingat, ada variable lain, yaitu kesiapan. Banyak orang yang mendapatkan kesempatan, tapi tidak siap. Dulu awal menikah, saya dan suami pernah berencana memulai usaha di Bangka . Alhamdulillah, Orang tua saya bersedia meminjamkan uang. Tapi ternyata usaha kami hanya bertahan 4 bulan. Karena banyak faktor. Kami saat itu kurang fokus, karena kesibukan kami bekerja, sedangkan karyawan kami yang baru kami angkat tiba-tiba mengundurkan diri karena ingin melanjutkan kuliah. Setelah itu kami jalani dengan managemen yang seadanya dan sebisanya. Akhirnya kami mengahirinya dengan menjual semua aset yang sudah ada. Yah, kami pun menyadari ternyata alasan modal yang kami ungkapkan dulu, tidak menjawab harapan kami akan suksesnya usaha kami. Dan kami pun menyadari bahwa sebenarnya saat itu kami masih belum siap menjalani usaha dengan modal yang disiapkan oleh orang tua kami. Meskipun ada kesempatan yang berupa modal tenyata kami pun tidak bisa sukses menjalani usaha kami,karena variable sukses yang sering kita lupakan berupa kesiapan tidak kami miliki. Kami tidak siap dengan perencanaan usaha kami, kami tidak siap dengan managemen usaha kami, dan kami tidak siap untuk meluangkan waktu kami untuk usaha kami.kesuksesan adalah perkalian antara variable kesempatan dan kesiapan. Jika kesiapan sudah matang dan kesempatan terbuka lebar, maka kesuksesan pun Insya Allah datang. Biarkan kesempatan dan peluang Allah yang akan berikan, karena itu adalah hak Allah, dan area yang tidak kita kuasai. Tapi kesiapan adalah mutlak sesuatu yang harus kita miliki, jika kita bermimpi untuk sukses. Mempersiapkan kesiapan, jauh lebih sulit dibandingkan mencari kesempatan. Jangan salahkan ketika kesempatan itu tidak datang, tapi salahkan kenapa kita tidak mempersiapkan diri menyambut kesempatan. Mari bangun potensi, tingkatkan produktivitas dan kemampuan kita. Insya Allah kesuksesan akan datang. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman karena selalu yakin mempersiapkan menunggu kesempatan dan yakin bahwa pertolongan Allah selalu dekat.
Jumat, 10 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Menyenangkan sekali
Wah, seneng banget, ni pertama kali aku edit templete blog. gak susah juga ya. Tapi masih ada 1 masalah. Pengennya delet blog ku yang miminyagiat itu, tapi masih belum tau gimana caranya ya...
Langganan:
Postingan (Atom)