
Al Quran surat Al Mukminun ayat 1
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
Tidak adanya peluang dan kesempatan, sering kali menjadi alasan kenapa seseorang gagal. Seseorang sahabat bercerita kepada saya, dia mengalami kesulitan ekonomi. Dengan gaji yang dia miliki sebesar 800 ribu, sangat sulit baginya untuk mengatur bagaimana agar uang tersebut mencukupi kebutuhan keluarganya. Saat itu dia bercerita kalau dia berencana untuk wirausaha, tetapi terbentur tidak adanya modal. Dia bilang, seandainya ada modal, saya bisa berwirausaha. Menurut saya, kesempatan dan peluang yang bisa jadi merupakan modal yang dia sebutkan adalah salah satu dari variable yang bisa mengantarkan seseorang meraih kesuksesan. Tapi ingat, ada variable lain, yaitu kesiapan. Banyak orang yang mendapatkan kesempatan, tapi tidak siap. Dulu awal menikah, saya dan suami pernah berencana memulai usaha di Bangka . Alhamdulillah, Orang tua saya bersedia meminjamkan uang. Tapi ternyata usaha kami hanya bertahan 4 bulan. Karena banyak faktor. Kami saat itu kurang fokus, karena kesibukan kami bekerja, sedangkan karyawan kami yang baru kami angkat tiba-tiba mengundurkan diri karena ingin melanjutkan kuliah. Setelah itu kami jalani dengan managemen yang seadanya dan sebisanya. Akhirnya kami mengahirinya dengan menjual semua aset yang sudah ada. Yah, kami pun menyadari ternyata alasan modal yang kami ungkapkan dulu, tidak menjawab harapan kami akan suksesnya usaha kami. Dan kami pun menyadari bahwa sebenarnya saat itu kami masih belum siap menjalani usaha dengan modal yang disiapkan oleh orang tua kami. Meskipun ada kesempatan yang berupa modal tenyata kami pun tidak bisa sukses menjalani usaha kami,karena variable sukses yang sering kita lupakan berupa kesiapan tidak kami miliki. Kami tidak siap dengan perencanaan usaha kami, kami tidak siap dengan managemen usaha kami, dan kami tidak siap untuk meluangkan waktu kami untuk usaha kami.kesuksesan adalah perkalian antara variable kesempatan dan kesiapan. Jika kesiapan sudah matang dan kesempatan terbuka lebar, maka kesuksesan pun Insya Allah datang. Biarkan kesempatan dan peluang Allah yang akan berikan, karena itu adalah hak Allah, dan area yang tidak kita kuasai. Tapi kesiapan adalah mutlak sesuatu yang harus kita miliki, jika kita bermimpi untuk sukses. Mempersiapkan kesiapan, jauh lebih sulit dibandingkan mencari kesempatan. Jangan salahkan ketika kesempatan itu tidak datang, tapi salahkan kenapa kita tidak mempersiapkan diri menyambut kesempatan. Mari bangun potensi, tingkatkan produktivitas dan kemampuan kita. Insya Allah kesuksesan akan datang. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman karena selalu yakin mempersiapkan menunggu kesempatan dan yakin bahwa pertolongan Allah selalu dekat.